Lahan seluas 640 m² di lereng bukit kawasan Bandung utara ini memiliki kemiringan lebih dari 30%. Banyak kontraktor menyarankan pemotongan (cut) besar-besaran agar tanah rata sebelum membangun — pendekatan yang kami hindari sejak awal.
Kontur Sebagai Ruang, Bukan Kendala
Alih-alih meratakan lahan, denah rumah dibagi menjadi tiga split-level yang mengikuti garis kontur asli. Setiap level menampung fungsi berbeda: area publik di level teratas dekat akses jalan, ruang keluarga di tengah, dan kamar tidur di level terbawah yang paling privat dan tenang.
Hasil: Cut & Fill Minimal
Pendekatan ini menekan volume cut & fill hingga 62% dibanding skema konvensional, mempercepat masa konstruksi, sekaligus mempertahankan pepohonan besar yang sudah tumbuh di lahan selama lebih dari 20 tahun.
"Klien awalnya khawatir kontur curam akan membatasi desain. Yang terjadi justru sebaliknya — kontur itu yang memberi rumah ini karakter."
—
